Hadiah yang ‘tak Ternilai….

19 05 2010

Iseng2 buka email2 lama karena email kantor udah over quota
🙂 Terpaksa harus menghapus email2 lama….

Ada satu email yang dikirim ke saya dan isinya menarik untuk saya berikan pada blog saya ini.

Mohon maaf bila sumbernya tidak ada karena saya tidak mengetahui siapa yang pertama kali membuat tulisan ini

Salam,
bernadusnana

Hadiah yang tak ternilai
1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Kehadiran tidak harus selalu dalam bentuk nyata tetapi dengan bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, email atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

2. Mendengar
Tidak semua orang yang mampu memberikan Hadiah ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan untuk saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tidak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa pendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik,apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi, penilaian atau saran. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

4. Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tidak salah jika mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi. Keindahan tidak identik dengan penampilan fisik aja melainkan kepribadian yang membuat keindahan itu lebih terasa.

6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya. Kedua hal itu,ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcokyang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu ? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuh janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu,kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luarbiasa. Senyuman, terlebih yang diberikandengantulus,bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerahsuasana muram, bahkan obat penenang jiwa yangresah. Senyuman juga merupakan syarat untukmembuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapanterakhir kali kita menghadiahkan senyuman manispada orang yang dikasihi ?

Jadi… semoga dapat membantu


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: