ACA (Anticardiolipin Antibodies), APS (Anti Phosfolipid Syndrome)

19 11 2010

Sekedar sharing aja…

Pertama kali mengetahui ACA (Anticardiolipin Antibodies) dan APS (Anti Phosfolipid Syndrom) yang diderita istri saya pada masa kehamilannya Minggu ke-20 ini, saya berserah diri… Semua ini kami berserah kepada Tuhan. Apa yang kami rencanakan, Tuhan yang menentukan.

Pada awal kehamilannya tidak ada tanda-tanda kalau ada kelainan di dalam darahnya karena perkembangan bayi kami normal. Tetapi ketika menginjak kehamilan Minggu ke-20 (5 bulan) perkembangan bayi kami tidak berkembang secara normal. Dalam pemeriksaan USG (Ultra Sono Grafi) terlihat perkembangan bayi kami baru mencapai minggu ke-17. Dokter kandungan kami mengatakan kalau perkembangan tidak berjalan sebagai mestinya (Minggu ke-20) tetapi perkembangan baru mencapai tahap Minggu ke-17, ini berati ada selisih 3 Minggu dari perkembangannya. Lalu kami di rujukan ke dokter ahli darah.

Kami pun mengunjugi dokter ahli darah tersebut atas rekomensi dari dokter kandungan kami. Setelah berkonsultasi, istri saya disuruh untuk memeriksakan darah. Beberapa hari setelah pemeriksaan darah, kami berkonsultasi dengan dokter ahli darah tersebut. Beliau mengatakan bahwa istri saya menderita APS (Anti Phosfolipid Syndrom) beberapa orang menyebutnya ACA (Anticardiolipin Antibodies), suatu kondisi dimana darah istri saya mengalami kekentalan sehingga asupan makanan yang ada darah tidak bisa diserah oleh bayi, hal ini mengakibatkan perkembangan bayi tidak berjalan normal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Istri saya harus di suntik 2 kali sehari (selama masa kehamilan) dengan jangka waktu antar suntikan 12 jam. Kami berdua tidak menyangka kalau kondisinya seperti itu.

Setelah menebus obat yang diberikan selama sebulan yang terdiri dari :


60 buah suntikan 1 mL
60 buah alkohol swab (alkohol 70%)


12 buah Inviclot (Heparin sodium) 5 mL
30 tablet Ascardia

Ya…. Tuhan sebanyak ini ?” batinku

sedangkan istriku melihat ini hampir menangis membayangkan jarum suntik ini berada di perutnya.
Setiap hari selama masa kehamilan.

Sabar yach sayang, kita bisa melawati semua ini,” menenangkan kegalauan istriku

Di dalam perjalan pulang, kita terdiam karena masalah ini.

“Siapa yang menyutiknya ?”
Pertanyaan ini selalu timbul di benak saya.

‘Ya Tuhan…Bantu kami untuk melewati semua ini.”

Untuk pertama kali saya tidak sanggup melihat istri saya disuntik di perutnya, Mertua saya yang pertama kalinya menyuntiknya…

“Ya Tuhan, berilah kekuatan kepada istrinya yang tiap hari menahan sakit.” ku panjatkan dalam doaku

Apakah aku selalu mengandalkan mertua saya untuk menyuntiknya??? Batinku bertanya-tanya. Segera ku mantapkan tekatku untuk selalu bersama istriku.

Pertama kali aku menyuntik, ada keraguan yang ada di diriku, tetapi aku harus sanggup…

Suntikan pertama tidak berjalan lancar…
Tangan kanan yang menyubik perut istriku terlepas disebabkan sisa alkohol yang ada di perutnya terkena tanganku. Sedangkan tangan kiri ku terasa kaku dan reflek menarik kembali suntikan yang sudah menancap di perutnya.

Ya Tuhan….
Suntikannya belum selesai tetapi tangan kiri ku masih kaku…
Lalu ku lanjutkan dengan mencubit dengan tangan kanan sedangkan tangan kiriku kembali menusukkan jarum suntik yang isinya masih tersisa 1/2 lagi.

Akhirnya selesai….

Aku melihat istriku menahan sakit akibat 2 kali suntikan tersebut… “Maafkan ayah yach Bunda, ayah akan berusaha lagi.” lalu aku cium keningnya…dan keluar kamar.

“Ya Tuhan, kenapa bisa begini… Bayiku bagaimana?” kenapa dengan tangan ini…?” Aku menangis karena tidak sanggup melihat penderitaan istriku. Tapi siapa lagi yang berani untuk menyuntikya selain mertuaku….?” aku harus bisa….!!!!”

Setelah beberapa minggu, perkembangan bayi kami mengalami pertumbuhan yang baik dan sehat.

Puji Syukur, sekarang kehamilan istriku mencapai Minggu ke-35 dengan rutinitas suntik 2 kali sehari dan mengkonsumsi obat-obatan.

Doakan kami agar kehamilan ini membawa berkah kepada kami sekeluarga dan istri dan bayiku selalu sehat dan dapat lahir dengan selamat.

Terima kasi Bapa atas anugerah kepada kami untuk melewati semua ini.
Terima kasih karena Engkau memberika istriku kekuatan untuk menjalani semua ini.
Dan terima kasih kepada Kedua orang tua kami, kakak dan adik atas doa-doa yang dipanjatkan kepada keluarga kecil ini.

Terima kasih My pearl atas ketabahan dan semangatmu…

Peluk dan cium
bernadusnana

Nb : ada beberapa artikel mengenai ACA dan APS


http://www.fiqhislam.com/index.php/agenda-muslim/keluarga/14255-sindrom-darah-kental-pada-ibu-hamil

http://papalele.blogspot.com/2008/01/darah-kental-penyebab-keguguran.html


Aksi

Information

12 responses

26 03 2012
abil

halo mas bernadusnana,

Istri saya di vonis kena aps juga dan sekarang sedang terapi inviclot 2x sehari. saya mau tanya, istri mas dulu biru biru gitu gak bekas suntikannya untuk menghilangkannya gimana ya ? apakah ada teknik khusus waktu suntik supaya gak biru2 n sakit ?

Terima kasih,
abiI

26 03 2012
bernadusnana

Halo juga Mas Abil, terima kasih sudah mampir ke blog kamiūüôā

perihal bekas suntikan

iya mas, dulu istri saya mengalaminya agak biru-biru karena hanya daerah yang diperbolehkan untuk suntik yach itu-itu aja, kita coba siasatin suntikan pertama sisi sebelah kiri perut dan suntikan kedua disisi sebelah kanan perut dan seterusnya.

Kadang-kadang rasa sakit masih ada tapi harus mendapat suntikan lagi….(hal ini membuat saya miris melihat istri, tapi saya harus kuat didepan istri…)

Permasalahan ini kita tanyakan ke Prof dan susternya, mereka menyarankan di kompres dengan es di area bekas suntikan (batu es di bungkus plastik yach mas biar airnya tidak masuk ke bekas suntikan)

Cara itu sedikit mengurangi rasa sakit itu…kata istri saya. tapi kalau saya alami dan lihat sendiri yach tetap sakit walaupun sudah di kompres dengan es.

Tetaplah berada disamping istri disaat suntikan karena kehadiran dan dukungan suami justru membuat rasa sakit yang dialami istri menjadi berkurang. Faktor ini yang membuat istri bisa menghadapinya dengan kuat, iklas, tabah dan bersyukur.

Puji Tuhan saya tidak melewati momen pada saat suntikan karena saya dapat memberikan dukungan dan doa.

demikian yang dapat saya sharing yach mas, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

salam,
bernadusnana

30 06 2011
yayu md

mau minta informasi. saya mau menanyakan di RS mana dr. Karmel praktek. kebetulan saya berencana tahun ini untuk hamil. mengingat saya telah mengalami kegagalan dengan kondisi janin meninggal di dalam kandungan di usia 7 bln th 2008 & usia 6,5 bln th 2009. dan menurut dokter yang menangani operasi caesar saya yg ke-2, saya mengidap ACA. untuk itu saya butuh info yang cukup banyak sebelum saya menjalani terapi ini. terima kasih atas sharring nya.

salam

1 07 2011
bernadusnana

Terima kasih mbak Yayu atas kunjungan ke website kami.

Prof. DR. dr. Karmel Lidow Tambunan, SpPD, KHOM, SACTH. praktek di RS PGI Cikini (telp 021-3899 7777) setiap hari Selasa dan Kamis. Mohon buat janji dulu mbak, karena pasien Prof banyak banget. Pengalaman kami buat janji dulu 1 bulan sebelumnya.

Setelah bertemu pertama kali, mbak Yayu disuruh periksa darah meliputi :
Hematologi
– D. Dimer
– LA 1 – LA 2
– Hemostase
– Darah Perifer Lengkap (DPL)

Immunologi
– B2GPI igM
– B2GPI igG

sedangkan pertemuan2 selanjutnya, pemeriksaan darah hanya meliputi :
Hematologi
– aPTT

untuk suntik Heparin sodium tergantung dari hasil Lab darah. Sebagai gambaran dosis yang diberikan ke Istri saya termasuk tinggi 2x suntikan per hari dengan masing2 dosis 1 ml.

Dokter kandungan kami dr. F.B. Sutikno, spOG praktek di Kimia Farma Slipi setiap hari Selasa-Kamis (Malam) atau RS Harapan Kita hari Sabtu (Pagi). Puji Tuhan kita dapat dokter yang sudah mengetahui gejala ACA sehingga begitu tahu anak kami perkembangannya kurang, kami langsung di rukjuk ke Prof. Karmel.

mungkin informasi kami masih kurang, saya minta maaf yach mbak.

Semoga apa yang di rencanakan dapat terwujud, Amin…

salam,
Bernadusnana

25 03 2011
stie

Pagi ini, ga sengaja tangan ini membawaku berjalan jalan ke blog kalian. Sampai akhirnya menemukan tulisan ini. Ya ampun, air mata tak terbendung sampai akhirnya meluncur mulus di pipiku ^_^ *aga malu si karena di kantor*
Waktu pertama kali dengar cerita bahwa perkembangan bayi nana sedikit bermasalah ada kekawatiran “jgn-jgn ACA” sampai akhirnya dengar positif ACA. Ya ampun na, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana hari hari mu kemudian. Pada waktu aku hamil, banyak artikel tentang kehamilan kubaca termasuk ACA.
Tapi kamu hebat Na, senyum selalu menghias wajahmu setiap kali kita ketemu. Sampai-sampai kadang aku dan suami berpikir “beneran sakit ga si”
tentu jawabmu adalah “sakit” sambil meringis setiap ku tanya dan tentu tanganmu refleks mengelus perut buncitmu itu (^_^). Sampai akhirnya semuanya terlewati dan ikut bahagia banget waktu Nathan lahir dan melihat pertumbuhannya sekarang yang luar biasa sehat.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati Keluarga kalian, Nathan tumbuh jadi anak yang sehat kuat dan penuh iman.

Salut buat Bernadus. Tuhan memberkati.

25 03 2011
bernadusnana

Makasih ya ud buka2 Blog kita..terharu juga tiap kali baca tulisan itu..karena misua yg nulis..heheheheee..
Iyaa gw juga salut ma diri gw bisa ngelewatin semua smpe Nathan lahir dan pertumbuhannya berkembang dengan baik.
Doa-in ya biar selalu sehat.
Amin.

6 01 2011
Diah

Saya terharu membaca tulisan Anda dan kebetulan saya juga didiagnosa menderita ACa dan saat ini sedang hamil 10 minggu, namun saya masih gamang dengan pengobatan suntikan ini, karena masalah dana..untuk terapi awal diharuskan memakai suntikan fraksiparin 0.4 ml…
Apakah anda memiliki informasi untuk mendapatkan suntikan tersebut dengan harga terjangkau?mengingat akan digunakan sampai dengan kelahiran anak saya?juga saya bukan dari keluarga berlebihan…o..ya saya tinggal di semarang
terima kasih responnya

6 01 2011
bernadusnana

Dear Mbak Diah,

untuk masalah ACA, ada beberapa dokter yang percaya. Dokter kandungan saya (dr. F.B. Sutikno, spOG) justru menganjurkan kami konsultasi ke dokter spesialis darah (Prof. DR. dr. Karmel Lidow Tambunan, SpPD, KHOM, SACTH.) dan terbukti istri saya positif ACA dan harus menjalani suntikan sebanyak 2 kali sehari dengan dosis masing2 1ml (1cc) serta meminum obat Acardia.

untuk suntikan, ada 2 macam model suntikan :
1. suntikan biasa dengan mengambil herparin sodium secara manual.
2. suntikan siap pakai (sudah ada dosis herparin sodium) sehingga tinggal suntik aja.

nah pemilihan modek suntikan berpengaruh juga dengan biaya yang dikeluarkan. pilihan 2 bisa 2-3x biaya dari pilihan 1.

untuk masalah budget (biaya) tergantung dari kitanya.

semoga penjelasan saya bisa membantu mbak Diah.

PS : Puji Tuhan, anak saya lahir tgl 1 bulan 1 tahun 2011 jam 13:13WIB, persalinan cesar dengan berat 2,87kg dan panjang 48cm.

16 12 2010
Gege

Bro tabah yah, gw salut untuk kalian berdua dengan melewati semua ini.
Sebab tangan-Nya tak kurang panjang untuk menolong dan Dia akan menopang dan tidak akan membiarkan anak-anak Nya jatuh hingga tergeletak.
Gw percaya kalian bukan hanya digandeng-Nya, karena Dia akan menggendongmu melewati segala perkara.

20 12 2010
bernadusnana

Terima kasih Bro… Segala kesulitan pasti ada jalan..dan kita tidak sendirian menghadapi kesulitan.

salam,
bernadusnana

29 11 2010
bernadusnana

Terima Kasih bunda untuk segala kekuatanmu menjalani semua ini….
Doakan kami Ya Tuhan…

29 11 2010
hernata

Setiap kali membaca tulisan ini ada perasaan haru hingga air mata menetes, sungguh kekeuatan luar biasa yg diberikan suamiku hingga bisa menjalani semuanya. Hingga kini usia kandunganku mencapai ¬Ī 9 bulan, ditambah lagi dengan kekautan dari bayiku. Hingga aku bisa menjalani terapi suntik untuk ACA yg kuderita. Ngga pernah terbayangkan sebelumnya, walau ada perasaan jenuh dan sakit, tapi gerakan2 hebat diperutku membuat aku kuat. Doakan supaya proses persalinan bisa berjalan dengan lancar. Amin. Terima kasih suamiku atas dukungan dan cinta kasih yang diberikan. Dan juga untuk bintang kecil kami. Ayah dan bunda sayang kamu, dan tak sabar melihatmu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: