Sekedar sharing aja…
Pertama kali mengetahui ACA (Anticardiolipin Antibodies) dan APS (Anti Phosfolipid Syndrom) yang diderita istri saya pada masa kehamilannya Minggu ke-20 ini, saya berserah diri… Semua ini kami berserah kepada Tuhan. Apa yang kami rencanakan, Tuhan yang menentukan.
Pada awal kehamilannya tidak ada tanda-tanda kalau ada kelainan di dalam darahnya karena perkembangan bayi kami normal. Tetapi ketika menginjak kehamilan Minggu ke-20 (5 bulan) perkembangan bayi kami tidak berkembang secara normal. Dalam pemeriksaan USG (Ultra Sono Grafi) terlihat perkembangan bayi kami baru mencapai minggu ke-17. Dokter kandungan kami mengatakan kalau perkembangan tidak berjalan sebagai mestinya (Minggu ke-20) tetapi perkembangan baru mencapai tahap Minggu ke-17, ini berati ada selisih 3 Minggu dari perkembangannya. Lalu kami di rujukan ke dokter ahli darah.
Kami pun mengunjugi dokter ahli darah tersebut atas rekomensi dari dokter kandungan kami. Setelah berkonsultasi, istri saya disuruh untuk memeriksakan darah. Beberapa hari setelah pemeriksaan darah, kami berkonsultasi dengan dokter ahli darah tersebut. Beliau mengatakan bahwa istri saya menderita APS (Anti Phosfolipid Syndrom) beberapa orang menyebutnya ACA (Anticardiolipin Antibodies), suatu kondisi dimana darah istri saya mengalami kekentalan sehingga asupan makanan yang ada darah tidak bisa diserah oleh bayi, hal ini mengakibatkan perkembangan bayi tidak berjalan normal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Istri saya harus di suntik 2 kali sehari (selama masa kehamilan) dengan jangka waktu antar suntikan 12 jam. Kami berdua tidak menyangka kalau kondisinya seperti itu.
Setelah menebus obat yang diberikan selama sebulan yang terdiri dari :

60 buah suntikan 1 mL
60 buah alkohol swab (alkohol 70%)

12 buah Inviclot (Heparin sodium) 5 mL
30 tablet Ascardia
Ya…. Tuhan sebanyak ini ?” batinku
sedangkan istriku melihat ini hampir menangis membayangkan jarum suntik ini berada di perutnya.
Setiap hari selama masa kehamilan.
Sabar yach sayang, kita bisa melawati semua ini,” menenangkan kegalauan istriku
Di dalam perjalan pulang, kita terdiam karena masalah ini.
“Siapa yang menyutiknya ?”
Pertanyaan ini selalu timbul di benak saya.
‘Ya Tuhan…Bantu kami untuk melewati semua ini.”
Untuk pertama kali saya tidak sanggup melihat istri saya disuntik di perutnya, Mertua saya yang pertama kalinya menyuntiknya…
“Ya Tuhan, berilah kekuatan kepada istrinya yang tiap hari menahan sakit.” ku panjatkan dalam doaku
Apakah aku selalu mengandalkan mertua saya untuk menyuntiknya??? Batinku bertanya-tanya. Segera ku mantapkan tekatku untuk selalu bersama istriku.
Pertama kali aku menyuntik, ada keraguan yang ada di diriku, tetapi aku harus sanggup…
Suntikan pertama tidak berjalan lancar…
Tangan kanan yang menyubik perut istriku terlepas disebabkan sisa alkohol yang ada di perutnya terkena tanganku. Sedangkan tangan kiri ku terasa kaku dan reflek menarik kembali suntikan yang sudah menancap di perutnya.
Ya Tuhan….
Suntikannya belum selesai tetapi tangan kiri ku masih kaku…
Lalu ku lanjutkan dengan mencubit dengan tangan kanan sedangkan tangan kiriku kembali menusukkan jarum suntik yang isinya masih tersisa 1/2 lagi.
Akhirnya selesai….
Aku melihat istriku menahan sakit akibat 2 kali suntikan tersebut… “Maafkan ayah yach Bunda, ayah akan berusaha lagi.” lalu aku cium keningnya…dan keluar kamar.
“Ya Tuhan, kenapa bisa begini… Bayiku bagaimana?” kenapa dengan tangan ini…?” Aku menangis karena tidak sanggup melihat penderitaan istriku. Tapi siapa lagi yang berani untuk menyuntikya selain mertuaku….?” aku harus bisa….!!!!”
Setelah beberapa minggu, perkembangan bayi kami mengalami pertumbuhan yang baik dan sehat.
Puji Syukur, sekarang kehamilan istriku mencapai Minggu ke-35 dengan rutinitas suntik 2 kali sehari dan mengkonsumsi obat-obatan.
Doakan kami agar kehamilan ini membawa berkah kepada kami sekeluarga dan istri dan bayiku selalu sehat dan dapat lahir dengan selamat.
Terima kasi Bapa atas anugerah kepada kami untuk melewati semua ini.
Terima kasih karena Engkau memberika istriku kekuatan untuk menjalani semua ini.
Dan terima kasih kepada Kedua orang tua kami, kakak dan adik atas doa-doa yang dipanjatkan kepada keluarga kecil ini.
Terima kasih My pearl atas ketabahan dan semangatmu…
Peluk dan cium
bernadusnana
Nb : ada beberapa artikel mengenai ACA dan APS
http://www.fiqhislam.com/index.php/agenda-muslim/keluarga/14255-sindrom-darah-kental-pada-ibu-hamil
http://papalele.blogspot.com/2008/01/darah-kental-penyebab-keguguran.html
Komentar Terakhir