Dengan pekerjaan yang selalu berkeliling kota Jakarta, ada beberapa foto diambil saat matahari sedang hangat-hangatnya…
Hijaulah Jakartaku…
salam,
bernadus
Dengan pekerjaan yang selalu berkeliling kota Jakarta, ada beberapa foto diambil saat matahari sedang hangat-hangatnya…
Hijaulah Jakartaku…
salam,
bernadus
Beberapa hari lalu ketika perut sudah tidak bisa kompromi menahan lapar ![]()
kami sepakat mencoba salah satu rumah makan yang menyajikan menu makanannya yaitu Masakan Bebek…yummy kelihatannya heheheheh
segera kita melihat menu yang tersedia
ternyata menu yang di sajikan yaitu Bebek Goreng. Biasanya di beberapa tempat makan yang menyajikan menu bebek tidak hanya bebek goreng saja melainkan bebek bakar, bebek cabe merah/hijau, bebek yang lain-lain hehehehhe. Ruman Makan H. Slamet tetap menyajikan menu Bebek Goreng yang original.
langsung saja kita pesan tiga bebek goreng hehehe (Maaf kelaparan…
)
Setelah menunggu beberapa saat datanglah makanan yang kita pesan dengan beberapa pelengkapannya
emang mantep nih bebeknya selain gurih disertai cocolan cabenya…seporsi nasinya yang lumayan banyak…dan penutupnya diiringi irisan mentimun membuat seger….
akhirnya total kerugian nya adalah ![]()

lain waktu kita akan kembali lagi….
love bebek… hihihihih
salam,
bernadusnana
Beberapa waktu lalu pas liburan sekolah. saya menyempatkan nonton film “Garuda Di Dadaku” bersama keponakan-keponakan yang berjumlah 5 orang ![]()
Ada lagu yang berjudul sama dengan judul filmnya… dan sepertinya sangat familiar dengan lagunya. Ternyata Lagu tersebut sama dengan Lagu daerah “APUSE” dari Papua, dengan dirubah lirik lagunya.
Lagu APUSE sendiri konon menceritakan perpisahan seorang anak dengan ibu untuk pergi menuntut ilmu atau merantau mengejar cita-citanya.
Sedangkan lagu “Garuda di Dadaku” dapat diartikan selalu berjuang untuk tanah air dengan mengapai cita-cita yang membanggakan.
Apuse
Apuse kokon dao, yarabe sore Doreri
Wuflenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao, yarabe sore Doreri
Wuflenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang..
Jayalah Negeriku
Jayalah Indonesia….
Ada beberapa lagu yang sering dinyanyikan oleh teman2 sehobi, baik itu acara resmi seperti Ulang Tahun, Pelantikan maupun kegiatan pendakian atau kegiatan di alam terbuka.
Mahameru
Lagu ini pertama kali saya diperdengarkan ketika Perjalanan Panjang selama 12 hari di Argopuro, Jawa Timur. Disaat istirahat kita ditemani oleh hangatnya api unggun dan suara alam nan syahdu, lagu tersebut diperkenalkan dan dinyanyikan oleh senior Mapala UI ke kami2 (pada saat itu masih Calon Anggota).
Lagu tersebut diciptakan oleh Djodi Wuryantoro (M-080-UI)
Mahameru
Di ujung Desember ku datang padamu
Kau bimbing ku ke Lereng Semeru
burung-burung kan bernyanyi
alam kan berseri
Oh, indahnya Mahameru
Di sudut bibirmu kuteguk cintamu
Penghangat penyegarkan tubuhku
Ku belai rambutnya yang hitam
Kau pun tersipu malu
kan kugapai Mahameru
La…la…la…la…la…
La…la…la…la…la…
Annie’s Song (John Denver)
You fill up My senses
Like a night in the forest
Like a mountain in spring time
Like walk in the rain
Like a storm in the desert
Like a sleepy blue ocean
You fill up my senses
Come fill again
Come let Me love you
Let Me give My life to you
Let Me drown in your laughter
Let Me die in your arms
Let Me lay down beside you
Let Me always be with you
Come let Me love you
Come love Me again
Let Me give My love to you
Come let Me love you
Come love Me again
Country Road (John Denver)
Almost heaven, West Virginia
Blue Ridge mountain Shenandoah river.
Life is old there, older than the trees,
younger than the mountains, growing like breeze
All my mem’ries, gather ’round her
Miners Lady stranger to blue water
dark and dusty painted on the sky
Misty taste of moonshine
tear-drop in my eye
reff
Country road, take me home
To the place i belong
West Virginia Mountain mamma
Take me home, country road
I hear the voice in the morning hour she calls me
The radio remind me on my home far away
And driving down the road, I’ve a feeling
that I should been home, yesterday. reff
Edelweis
Edelweis, edelweis
Ev’ry morning you greet me
Small and white clean and bright
You look happy to meet me
Blossom of snow may you bloom and grow
Blossom and grow forever
Edelweis, edelweis
Bless my homeland forever
Donna Donna (Joan Baez)
On a wagon bound for market
There a calf with a mournful eye
High above him there’s swallow
reff
How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day throungh
and half the summer’s night
(Donna 7x……)……Don) 2x
Stop complaining said the farmer
Who told you a calf to be?
Why don’t you have wings to fly with?
Like the swallow so proud and free
Reff
Calves are easily bound and slaughtered
never knowing the reason
But whoever treasures freedom
like the swallows have learn to fly
Ref
Jayalah Mapala UI
Indonesia Tanah Air ku…..
Iseng2 buka email2 lama karena email kantor udah over quota
Terpaksa harus menghapus email2 lama….
Ada satu email yang dikirim ke saya dan isinya menarik untuk saya berikan pada blog saya ini.
Mohon maaf bila sumbernya Baca entri selengkapnya »
sekarang ini saya tampilkan sisi gelap dari kota Jakarta
salam,
bernadusnana
KITA MENCINTAI ALAM
KARENA TANPA ALAM
KITA BUKAN APA-APA
Ayatrohaedi (MK-084-UI)
Dipetik dari sajak yang diberikan saat Ultah Mapala UI ke-11 pada 1975
sumber:
Jejak Kampus di Jalan Alam, 40 Tahun Mapala UI, Badan Pengurus Mahasiswa Pencinta Alam
Universitas Indonesia 2003-2004
X + 230 halaman; 25 x 23,5 cm
Cetakan Pertama
© BP Mapala UI,2005
ISBN: 979-99585-0-4
Pro : Herman O. Lantang ( M-016-UI)
Djika Berpisah
Di sini kita bertemu, satu irama
di antara wadjah2 perkasa…
tergores duka dan nestapa,
tiada putus asa
tudjuan esa puntjak mendjulang di sana
Bersama djatuh dan bangun
di bawah langit biru pusaka…
antara dua samudra…
Bersama harapanku djuga kau
satu nafas
kita jang terhempas
pengabdian… dan… kebebasan…
Bila kita berpisah
Kemana kau aku tak tahu sahabat
Atau turuti kelok2 djalan
Atau tinggalkan kota penuh merah flamboyan
Hanja bila kau lupa
Ingat…
Pernah aku dan kau…
Sama-sama daki gunung-gunung tinggi
Hampir kaki kita patah-patah
Dan nafas kita putus-putus
Tudjuan esa, tudjuan satu:
Pengabdian dan pengabdian kepada…
…Jang Maha Esa…
Dari: Idhan Lubis (MK-058-UI)
Polonia, 8 Desember 1969
sumber :
Badil, Rudy, Luki Sutrisno Bekti, dan Nessy Luntungan R.
Soe Hok-gie …Sekali lagi
Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
Jakarta; KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) 2009
xl + 512 hlm.; 17,5 x 22 cm
ISBN-13: 978-979-91-0219-5
MANDALAWANGI – PANGRANGO
Sendja ini, ketika matahari turun
ke dalam djurang2 mu
aku datang kembali
walaupun setiap orang berbitjara
tentang manfaat dan guna
aku bitjara padamu tentang tjinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti aku terima daku
aku tjinta padamu, Pangrango jang dingin dan sepi
sungaimu adalah njanjian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
tjintamu dan tjintaku adalah kebisuan semesta
malam ini ketika dingin dan kebisuan
menjelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
dan bitjara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian,
menghadapi jang tanda tanja
tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
terima, dan hadapilah”
dan antara ransel2 kosong
dan api unggun jang membara
aku terima itu semua
melampaui batas-batas hutanmu
melampaui batas-batas djurangmu
aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup
Djakarta 19-7-1966
Soe Hok-gie
(M-007-UI)
Melati Suci
Penyanyi : Tika Bisono
Pencipta : Guruh Sukarno Putra
Putih-putih melati,
Mekar di taman sari
Semerbak wangi penjuru bumi
Seri-seri melati
Bersemi anggun asri
Kucipta dalam gubahan seni
Tanjuk bak permata
Siratan bintang kejora
Kan ku persembahkan
Bagimu Pahlawan Bangsa
Putiknya pesona rama-rama
neka warna
Kan ku persembahkan bagi pandu Indonesia
Suci Suci melati
Suntingan Bu Pertiwi
Lambang nan luhur
Budi pekerti
Oh Melati…3x
Kebyar-Kebyar
Penyanyi : Gomblo
Pencipta : Gomblo
Indonesia merah darahku putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar pelangi jingga
Indonesia nada laguku
Simphoni berteduh selaras dengan simphonimu
Kebyar-kebyar pelangi jingga
Biarpun bumi bergoncang
Engkau tetap Indonesiaku
Andai matahari terbit dari barat
Kaupun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku padamu
Kusingsingkan lengan rawe-rawe
Rantas malang-malang tuntas denganmu
Melati dari Jaya Giri
Pencipta :Iwan Abdurrachman
Melati dari Jaya Giri
Kuterawang keindahan kenangan
Hari-hari lalu di mataku
Tatapan yang lembut dan penuh kasih
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Hati yang teduh dalam dekapan
Dan ku biarkan kau kecup bibirku
Reff:
Mentari kelak’kan tenggelam
Gelap’kan dating, dingin mencekam
Harapanku bintang ‘kan terang member
Sinar dalam hatiku
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkah akan tinggal kenangan
Jawabnya tertiup di angin lalu
Komentar Terakhir